Sarjana kok Nganggur...!!!
Minggu-minggu yang lalu, adalah
sederetan minggu yang begitu menyesakkan kalbu, sebagai seorang yang
katanya sedang berjuang mencari gelar, harus tersibukkan oleh sebuah
kewajiban besar, yakni skripsi dan tugas akhir.
Bersyukur, ada sebagian yang sudah bisa
menyelesaikannya dengan baik, dan sesuai dengan dateline. Tapi tidak
sedikit pula dari mereka yang justru malah “Mundur” teratur ketika
berhadapan dengan tembok besar skripsi dan tugas akhir. Seolah-olah
perjuangan selama empat tahun harus tertahan oleh sekat tembok yang
terlihat tebal dan kokoh dari kejauhan, padahal ketika kita sudah
berhasil mendekatinya, ternyata tembok itu rapuh dan ringkih menciut,
mengecil dengan sendirinya.
Setelah berhasil menembus tembok itu,
apakah sudah layak disebut pemenang..?, Apakah sudah layak disebut
Sukses..? BELUM…!!! (jawaban dari seorang sarjana mandul)
Ibarat sebuah peperangan, selesainya
skripsi adalah awal sebuah perjuangan untuk merebut kemenangan.
Kemenangan yang bisa mengantarkan kita pada sebuah level yang “lebih
baik”, dari pada kita sebelumnya.
Gelar sarjana ada yang akan dan telah
disandang, lantaskah kita bersorak sorai merayakannya..? ataukah ada
dari kita yang justru tersungkur penuh kesedihan karena beban amanah
ilmiah yang menggantung dipundak kita. Sedih, kalau saja tidak bisa
menyelesaikan beban ilmiah selepas pergi meninggalkan sasana perguruan
tinggi tempat kita menimba ilmu selama bertahun-tahun.
Galaunya negeri ini, ternyata juga
akibat dari galaunya sang sarjana-sarjana mandul. Yang hanya pandai
berkoar-koar di podium demonstrasi, lalu beringsut mengkisut, setelah
berhadapan dengan kenyataan, ternyata dunia kampus tak senyaman dunia
nyata.
” Sebuah renungan untuk seorang Calon Sarjana ” Semoga tidak menjadi sarjana mandul.

Komentar
Posting Komentar