Sejarah Bahasa Indonesia (#2)
Bahasa Indonesia dan Perubahan
Bahasa Indonesia telah banyak mengalami
perubahan, seiring dengan perkembangan zaman. Kemajuan teknologi
informasi dan sosial budaya ikut memberikan dampak yang cukup besar
terhadap perubahan bahasa kita. Bahasa Indonesia yang baku, sesuai
dengan EYD telah mulai jarang digunakan. Bahasa Indonesia yang baku,
lebih sering kita lihat hanya sebagai mata pelajaran formal yang ada di
sekolah-sekolah, sedangkan dalam pergaulan sehari-hari kita lebih nyaman
menggunakan bahasa gaul, bahasa santai, dan biasanya tidak mengikuti
aturan tata bahasa yang baik dan benar.
Pelajaran Bahasa Indonesia Dibandingkan Pelajaran Lain
Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
sekarang ini masih dimasukkan kedalam Ujian Nasional, yang dari tahun ke
tahun standar nilai kelulusannya semakin meningkat. Namun, dibandingkan
dengan nilai mata pelajaran lain diluar pelajaran Bahasa Indonesia bisa
sangat memungkinkan seorang siswa mendapatkan nilai ujian 100 atau
benar semua. Sedangkan untuk nilai pelajaran bahasa dan sastra
Indonesia, sangat jarang ditemukan siswa bisa menjawab soal dengan benar
semua. Mengapa demikian?, karena meskipun bahasa adalah pelajaran
sehari-hari, ternyata banyak diantara kita yang tak begitu mengerti dan
memahami tentang bahasa yang baku, baik dan benar. Dan siswa banyak
terjebak pada soal-soal yang demikian.
Beragam cara dilakukan untuk membuat
nilai siswa menjadi baik, diantaranya dengan les privat, memasukkan ke
dalam bimbel, namun pernahkah kita menemukan ternyata tidak ada yang
memasukkan les privat, atau bimbel untuk pelajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia dalam pilihannya?, apakah banyak yang menganggap bahwa Bahasa
dan Sastra Indonesia adalah pelajaran yang mudah, sehingga tidak perlu
diadakan les privat atau bimbel?
Justru yang terjadi adalah sebaliknya,
banyak dari mereka orang-orang diluar Bangsa Indonesia yang justru
sangat tertarik mempelajari Bahasa dan Sastra Indonesia. Karena mereka
menilai Bahasa Indonesia adalah bahasa yang unik dan menarik untuk
dipelajari.
Bahasa Indonesia dalam Sebuah Ingatan
Bagi saya, sebuah pengalaman besar
ketika bisa mengenyam pendidikan di sebuah perguruan tinggi, dimana saya
sering mendapatkan nilai yang lumayan baik pada setiap mata kuliahnya,
namun ada satu nilai mata kuliah yang nilainya paling buruk yang pernah
saya dapatkan, yakni mata kuliah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Padahal saya sudah berusaha untuk bisa memahami mata kuliah yang
disampaikan oleh sang dosen dengan perhatian yang penuh. Tapi ternyata,
karena kebiasaan saya yang salah karena menganggap pelajaran Bahasa
Indonesia adalah pelajaran yang mudah. Kebiasaan saya yang waktu itu
suka menulis dan mempunyai perbendaharaan kata yang cukup banyak,
ternyata tidak menjadi sebuah jaminan, akibatnya saya terlalu percaya
diri dan sombong bisa mengerjakan soal dan tugas yang diberikan.
Anggapan saya yang salah itu harus diganjar dengan nilai yang paling
buruk yang pernah saya dapatkan.
Ini adalah pelajaran besar yang pernah
saya dapatkan, menguasai bahasa Indonesia tidak semata mahir menggunakan
kata, atau mempunyai perbendaharaan kata yang banyak, melainkan benar
dan sesuai dengan aturan tatabahasa.
Mari Budayakan Bahasa Indonesia
Mari kita budayakan bahasa Indonesia,
bahasa persatuan yang telah menjadi ruh perjuangan Bangsa Indonesia
dalam mencapai kemerdekaan, dahulu bahasa Indonesia dibentuk dengan
jalan perjuangan yang cukup panjang, sekarang mari kita rawat dan kita
jaga agar bahasa kebanggaan kita tetap menjadi ruh dari Bangsa Indonesia
yang bermartabat.
Mari kita praktekkan apa yang sudah kita
dapatkan didalam dunia pendidikan kedalam kehidupan sehari-hari,
meskipun terlihat begitu sulit, dan terlihat canggung, tapi ini untuk
menjunjung tinggi nilai Bangsa kita. Ajarkan kepada anak-anak kita untuk
berbahasa yang baik dan benar, jangan sampai anak generasi kita tidak
mengenal bahasa bangsanya sendiri.
Jika bukan karena Bahasa Indonesia, maka tidak ada nama Bangsa Indonesia di dunia ini.

Komentar
Posting Komentar